Cewek Populer

Senin, 23 Juli 2012

Cara Menghitung Zakat Perniagaan / Perdagangan

Harta perniagaan, baik yang bergerak di bidang perdagangan, industri,argoindustri, ataupun jasa yang dikelola secara individu ataupun badan usaha (seperti PT,CV,Yayasan, koperasi, dll) nisabnya adalah 20 dinar (setara dengan 85 gram emas murni). Artinya jika suatu badan usaha pada akhir tahun (tutup buku) memiliki kekayaan (modal kerja dan untung) lebih besar atau setara dengan 85 gram emas (Jika per gram Rp.250.000,- = Rp.21.250.000,-) maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%.
Pada badan usaha yang berbenuk syirkah (kerjasama) maka jika semua anggota syirkah beragama Islam, Zakat dikeluarkan terlebih dahulu sebelum dibagikan ke pihak pihak yang bersyirkah. Tetapi jika anggota terdapat orang yang non muslim, maka zakat hanya dikeluarkan dari anggota Syirkah muslim saja ( apabila jumlahnya lebih dari nishab ).

Cara menghitung Zakat perniagaan :


Kekayaan yang dimiliki badan usaha tidak akan lepas dari salah satu atau lebih dari tiga bentuk dibawah ini :

1. Kekayaan dalam bentuk barang
2. Kekayaan dalam bentuk tunai
3. Piutang

Maka yang dimaksud dengan harta perniagaan yang wajib di zakati adalah yang harus dibayar (Jatuh tempo) dan pajak.

Contoh kasus penghitungan Zakat Perniagaan :

Sebuah perusahaan meubel pada akhir tahun tutup buku per Januari 2011 dengan keadaan sebagai berikut :

1. meubel terjual 5 set = Rp. 10.000.000,-
2. Uang Tunai = Rp. 15.000.000,-
3. Piutang = Rp. 2.000.000,-

Jumlah = Rp. 27.000.000,-
Utang+Pajak = Rp. 7.000.000,-

Saldo = Rp. 20.000.000,-
Besar zakat = 2,5%xRp.20.000.000,- = Rp.500.000,-

Dari Contoh diatas maka Perusahaan meubel tersebut wajib mengeluarkan zakat ( jika kekayaan lebih besar atau sama dengan nishab ) sebesar Rp. 500.000,- .

Pada harta perniagaan, modal investasi yang berupa tanah dan bangunan atau lemari, etalase pada toko, dll tidak termasuk harta yang wajib dizakati sebab termasuk kedalam kategori barang tetap (tidak berkembang).

Usaha yang bergerak pada bidang jasa seperti perhotelan, penyewaan apartemen, taksi, rental mobil, bus / truk, kapal laut, Pesawat udara, dll kemudian dikeluarkan zakatnya maka bisa dipilih dua cara :

1. Pad akhir tahun (tutup buku), seluruh harta kekayaan perusahaan dihitung termasuk barang (harta) penghasil jasa seperti hotel, taksi, kapal, dll kemudian dikeluarkan zakatnya 2.5%.

Atau Membayar zakat Perniagaan dengan Cara

2. Pada perhitungan kahir tahun (tutup buku), hanya dihitung dari hasil bersih yang diperoleh usaha tersebut selama satu tahun kemudian zakatnya dikeluarkan 10%. Hal ini di qiyaskan dengan perhitungan zakat hasil pertanian, dimana perhitungan zakatnya hanya berdasarkan pada hasil pertaniannya, Tidak dihitung harga tanahnya.

Wallahu A`lam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar